Senin, 21 Juli 2014

puisi : kamu yang tinggalkan aku

Kamu yang tinggalkan aku


Tatapan polos mu yang dulu membiusku
Membiarku memamerkan sayap rapuhku
Membiarkan ku yang membuka sebelah topeng ku
Yang nyatanya menjadi kelemahanku

            Kau yang tawan hatiku
            Menutup mata dan telinga ku
            Membutakan ku dari kenyataan
            Yang membuatku tuli akan rintihan – rintihan

Tapi kenapa kau begitu tega
Di saat aku mempercayakan hatiku padamu
Di saat aku memberikan rasa sayangku padamu
Kau tinggalkanaku begitu saja

            Kenapa kau berikan aku harapan
            Di saat kau akan tinggalkan aku
            Tak taukah kau bahwa aku membutuhkan mu
            Lanyaknya kau tinggalkan cinta ku di ujung jalan

Aku yang lemah
Yang tak mampu mempertahankan mu
Aku yang rapuh
Yang tak dapat menahan mu untuk tetap di sisiku

            Disini aku yang menyayangi mu   
            Aku yang sulit melupakan mu
            Aku yang butuhkanmu

            Aku yang tulus cintai dirimu

Jumat, 11 Juli 2014

puisi : akhir dari kita

Akhir dari kita
Aku yang diam di hadapanmu..
Tampa banyak kata yang ku keluarkan untukmu
Kini semua telah termakan oleh waktu
yang kini memisah kan aku dan kamu

           aku tak mengerti kenapa semua ini terjadi
          tampa ada alasan yang pasti
          kau pergi tinggalkan aku
          aku yang kini sendiri.

Ku coba tuk hilang kan rasa takut ku
Rasa takut akan merindukanmu
Ku coba tuk tenangkan rasa risau ini
Yang tersuk mengganjal di hati

          Kini aku tau apa yang ada dalam hatimu
          Kini aku tau semua keputusanmu
          Keputusanmu untuk mengakhiri semua tentang kita
          Mengakhiri hubungan kasih antara kita

lagu hari ini : cinta di ujung jalan

Cinta di ujung jalan - agnes mo

Setiap tetes air mataku
Telah kuberikan untuk kisahku
Mengerti tapi tak dimengerti
Cintaku tlah diujung jalan

Setiap kata dari bibirku
Kadang tak sama dalam hatiku
Tersenyum dalam hati menangis
Cintaku tlah diujung jalan

Aku sangat mengenalmu
Aku juga cintaimu..
Tapi kau tak pernah ada pengertian
Ku senang,ku sedih
Kau tak mau tahu

Aku sangat mengenalmu
Dulu kau tak begitu
Kau bintang di hatiku
Jadilah yang kumau
Ku senang,ku sedih
Kau ada denganku


Ku mengerti kau apa adanya
Begitupun yang kumau darimu
Kau tahu rasanya diabaikan
Cintaku telah diujung jalan

Kamis, 10 Juli 2014

puisi : salah ku

salahku

Baru ku sadari kini akan butanya sebelah mataku
Yang tidak melihat keegoisan yang ku buat
Bodohnya aku yang selalu memaksakan mu
Memaksakan semua kehendak yang ku buat
            Aku merasa tuli
            Karna tak pernah berniat untuk mendengarkan saran temanku
            Aku yang tuli
            Karena tak dapat mendengar semua keluh kesah mu
Mungkin pula aku buta
Aku yang tak dapat melihat bagaimana sikapmu
Aku yang bisu
Karena tak bisa mengucapkan kata-kata berpisah pada hubungan kita
            Salah ku yang memintamu untuk menjadi sandaranku
            Salah ku yang terlalu menyayangimu
            Sehingga tak dapat melihat betapa bosannya dirimu padaku
            Semua ini telah salah dari awal mula dramaku
Dapatkah aku menyalahkanmu?
Menyalahkan semua kisah antara aku dan kamu..
Yang pada kenyataannya hanya akulah yang salah

Akulah yang salah

sepenggal kisah mia.. : 9 kelabu (sampai jumpa dan terima kasih)

9 kelabu (sampai jumpa dan terima kasih)
Lelah memang jika aku bertahan mempertahankan perasaan yang hanya berpihak padaku..
Aku yang berusaha kuat, kuat dihadapanmu.. aku yang menutupi segala sedih ku di balik tawa,
Tau kah kau? Betapa sulitnya mempertahankan semua ini? Perasaan ini status ini dan juga hati ini..
Tapi kini aku mengerti arti mengalah, kini aku mengerti memang cinta tak harus memiliki satu sama lain..
Jika memang ini semua jalan yang terbaik untuk kita akan aku lakukan walau harus menyembunyikan sakit ini..
Berpura-pura tuli di hadapan mu yang mengatakan kejujuran yang menyakitkan ini..
Walau terasa ngilu di hati namun apa yang bisa ku lakukan lagi?   
Apakah aku harus menahanmu? Tidak bukan? Aku tak ingin terus menjadi egois di hadapanmu..
Kini tepat 9  juli kita putuskan akhiri semua.. walau harus ku paki topeng itu lagi senyum getir yang ku pakai lagi menutupi semua air mata ku..
Tetap sehari sebelum hari dimana hari jadinya kata kita yang ke 4 (bulan maksudnya)..
Ku kandaskan segala rasa egoisku untuk memilikimu.. kini tiada lagi kata kita..
Tak ada lagi senyuman hangat yang ku temukan lagi..
Dan kini air mata ku seakan tidak bisa di bendung lagi, bagai hujan yang terus turun tampa henti..
Menghitamkan dan membuat kalbu di hati ini..
Tiba saatnya ku ucapkan selamat tinggal..
Saatnya ku simpan semua kenangan yang telah kau torehkan
Terima kasih telah mengisi hari-hariku yang dulu tak berwarna dulu..

Kini aku hanya dapat mengatakan “sampai jumpa dan terima kasih”

Sabtu, 05 Juli 2014

sepenggal kisah mia.. : kamu dan dunia khayalmu!!

kamu dan dunia khayalmu!!


Yang merindukan mu itu aku! Bukan mesin itu! Yang hidup dan menyayangin kamu itu aku! Bukan dunia khayalmu..
Aku tak tau sampai kapan kah kau tak anggap kehadiran ku? Mau sampai kapan begini?
tidakkah kau melihat diriku disini? yang terus berusaha untuk merebut segala perhatian mu?
bisakah kau untuk sebentar saja meninggalkan mesin kesayanganmu itu demi memberiku kabar?
semahal itu kah kabarmu untukku? siapa aku ini? apa hanya sebuah status yang mengisi hari mu? yang kau anggap tak penting? cobalah lihat aku! lihat semua perjuangan ku..
apakah kau akan selalu berada di dunia khayalmu yang tak akan pernah menjadi nyata itu, ayolah sadar ini adalah dunia nyata bukan negeri dongeng yang bisa kau karang dan kau bayangkan! coba lihatlah seorang gadis yang berhati rapuh yang selalu menutup dirinya dengan topeng-topeng senyum dan tawa di hadapan mu? haruskah ia membuka topeng nya dihadapanmu? menyuguhkan air mata yang selama ini di tahannya agar tak terlihat di hadapanmu?
dimana kah hatimu? tidakkah kau kasihani dirinya?

ku mohon padamu lihatlah aku, lihatlah perjuanganku! rasakan lah kasih sayang yang ku berikan untukmu.. aku yang berharap melihat tulisan - tulisan kecil dari jemariku menyadari hati rapuhku..
bisakah? apa harus ku katakan dengan lantang di hadapanmu membuka dan mencurahkan segala perasaan yang ku pendam dan meneriakkan "AKU MEMBUTUHKANMU! AKU INGIN KAU MELIHAT DAN MENGANGGAPKU ADA!" HARUSKAH?