Minggu, 24 Januari 2016

masih di masa yang sama


masih di masa yang sama



aku masih melihat mu sama seperti dulu, aku masih memandang mu sama seperti dulu, kau tetap lah cahaya ku, yang tak akan hilang di makan sang waktu..
tapi.. 

kini aku merasa ada yang berbeda di antara kita, aku pun tak bisa mengerti perbedaan apa yang bisa membuat kisah ini berbeda, seakan masih dalam dunia yang sama aku selalu berfikir naif dan beranggapan kau selalu menyayangiku. 

tapi..
nyatanya kini kau berubah, kau tak lagi sama. kau selalu pergi tampa senyum hangat yang dulu pernah kau torekan di bibir manis mu, tak ada lagi suara renyah mu yang selalu khawatirkan diriku, aku selalu berfikir mungkin kau lelah akan rutinitas mu sehingga kau mengabaikan ku, jujur saja aku setuju jika kalian menganggapku gadis yang bodoh, ya.. aku memang bodoh, terlalu bodoh karena selalu ingin berada di sampingnya.

walau terus ku yakinkan diriku untuk tetap sadar akan masa depan yang lebih baik dengan penggantimu nanti, namun terus terang saja aku masih lah berjalan di masa yang sama. 

langkah ku terlalu berat untuk beranjak pergi dari sisimu, meninggal semua yang ada di sini bersama mu.
aku terlalu lelah untuk melangkah meninggal kenangan kita di masa ini dan beranjak menuju masa depan.
aku sudah terlalu lelah untuk terus mencari kebahagiaan yang pasti bersama yang lain.
kini yang jelas tertera hanyalah aku masih terus melangkah dan berjalan di masa yang sama..