Kamis, 16 Oktober 2014

kisah di atas atap



Kisah di atas atap : hujan
Sejujurnya aku lelah..
Lelah untuk terus tertatih di jalan yang sama ini..
Yang penuh dengan kekecewaan, pernah kah engkau sadari akan semua sikap dingin mu terhadapku?
Akau yang terus melindungi hatiku dengan kehangatan selimut kesabarandan berlaskan kasih sayang..
                Tapi apakah itu cukup? Cukup untuk melindungi hatiku yang terlihat tegar ini?
Setegar apakah hati ini? Benarkah hati ini akan tegar?
Ku lihat hujan terus turun, menyentuh pipiku dengan lembut nan halus..
Namun kali ini pun hujan memperolokku..
Ku lihat mereka senantiasa untuk mengajak ku ke atap, bermain bersama mereka melupakan luka yang tercipta di dada..
Hujan terus mengguyur ku membawa semua luka ku..
Namun hujan seolah terus bertanya – tanya  “ mengapa kau begitu bodoh? Mengapa kau membiarnya membuat luka tepat di hatimu? Dasar bodoh”
Aku yang hanya bisa memandang langit di kala hujan.. mungkin kalian akan berfikir ini gila? Namun iilah adanya kisah seorang gadis yang terluka dan termemung memandang hujan yang membasahinya..

2 komentar: