Surat kecil untuk mantan
Aku berjalan bersama dengan ragaku yang entah mengapa mulai
terasa hilang terkikis kalbu, kini fikiran ku mulai pergi bersama dengan
kenangan ku yang selalu bersamanya..
Mungkin ini hanyalah sepengal kisah kita, yang mungkin telah
banyak terlupakan, di sini ku menulis secarik surat untuknya yang membawakan
pesan semua rasa rinduku padanya, mengingatkan akan semua kenangan indah yang
selalu kita genggam, saat menulis ini aku selalu teringat akan kata-kata dan
puisi dari dwitasari yaitu – kepergianku
Hal itu selalu membuka lembar kenangan ku dengannya, kenangan
yang dulu ku rasakan dan kujalani mulai dari masa indah ku dengannya dan
berakhir tragis dengan perginya diriku dari dirinya..
Melepaskan seluruh rasa cinta yang melekat di dada, menepikan
seluruh rindu dan rasa sayangku, melupakan semua kenangan itu..
Aku lelah akan semua ini, terus menunggu dan percaya bahwa
semua nya akan baik-baik saja? Aku lelah bila terus dan terus di acuhkan dan
tersakiti,
Jadi maaf kan aku bila diri ini meminta untuk pergi tak
menuruti semua kata dalam hati yang selalu meminta untuk bertahan tapi apa daya
kini hati tak sanggup untuk terus menerus termenung dalam penantian ini..
Mereka bilang cinta tak butuh perjuangan? Benarkah itu?
Masih ku teteskan air mata saat menulis surat ini untukmu,
semua kenangan terhanyut dalam fikir ku dan selalu buatku rapuh,
Walau sudah berulang kali ku untuk tetap menahan sesak dan
jatuhnya air mata ini, namun tetap saja air mata ini jatuh dengan bebasnya,
membasahi pipi dan kertas surat ku untuknya..
Walau telah lama terjadinya kejadian itu namun rasa sakit
itu akan selalu utuh..
Air mataku semakin deras layaknya hujan saat kutuliskan
kata-kata itu “walau pun kau bukan miliku namun kenangan kita yang rapuh akan
selalu terselip dalam hati kecilku, yang selalu memaksaku merindukan mu walau
kini kau tau kau bukan kekasih ku, dan yang ingin ku ucapkan adalah walau pun
ku selalu mencintaimu tapi aku sadari bahwa cinta itu tak harus memiliki jadi
kau beas mencari cintamu dan tolong hirau an aku, dan kembalilah saat kau butuh
aku,” karena yang ada dalam hatiku ini telah terselip banyak sekali kenangan
tentangnya, dan tak akan mungkin bisa hilang walau diri ini memaksaku untuk
melupakannya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar