Rabu, 14 Mei 2014

sepenggal kisah mia..



Salam rindu ku untuk jogja

UN telah berakhir sudah saat nya bagiku dn teman-teman untuk menunggu dan menebus sumua kebebasan kami, sekolah ku akan mengadakan tour ke salah satu destinasi wisata di indonesia ya kau pasti tau jogja, kota sejuta budaya dengan rakyatnya yang ramah..
Aku ingin sekali pergi kesana bersama nya.. ya bersama dia orang yang ku sayangin yan sedah menjadi mimpi dan rencana ku sebelumnya..
Telah ku susun rapih semua renjanaku jauh – jauh sebelum UN  itu sendiri datang, namun kini semua rencana itu gagal dan hancur berkeping – keping saat kata – kata yang mengerikan itu keluar dari bibir ayah “tidak kamu gak boleh ikut ke jogja”
Sesak begitu terasa di hatiku membayangkan semua rencana yang telah ku susun gagal bersisa debu..
Aku bagaikan agen rahasia yang gagal melaksanakan misinya dan terbunuh di dalam misi..
Aku sempat memahami kenapa orang tua ku, terlintas di otak ku masalah dana yang mungkin membebani orang tua ku, hingga aku berusaha diam – diam mengumpulkan sisa uang jajan ku dan uang bulanan yang di berikan kakak berbulan lalu.. dengan uang itu niat ku ingin membantu untuk meringankan beban biaya itu namun tetap saja izin untuk pergi tak kudapat kan mereka berkata “bukan uang yang menjadi kan kami melarang mu untuk ikut, tapi ada alasan lain”
Alasan apa pah? Mah?
Ku fikirkan kembali semua kata-kata orang tua ku, mungkin alasan lain itu juga untuk kebaikanku, dan kini aku telah memakluminya..
Mungkin alasan lain mereka karena mereka mengkhawatirkan ku bila aku pergi ke jogja tampa pengawasan mereka..
Di saat teman – teman sibuk menyiapkan persiapannya menuju jogja dam nanyakan apakah aku ikut? Aku hanya bisa tersenyum dan mengatakan  “ maaf banget gua gak ikut, jaga diri kalian ya di sana jangan lupa oleh-olehnya”
Tuhan tolonglah aku sampaikan rasa rinduku padanya, katakan padanya “aku merindukannya dan jogja”
Tidak sekarang tapi nanti rinduku ku pada jogja akan terbalaskan..
“jogja.. tunggulah aku akan datang nanti”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar